• Kategori artikel

  • Halaman ini diperuntukan bagi Anda yang ingin mengajukan Kisah Nyata kehidupan Anda yang dapat diambil pelajaran darinya.

    ———————-
    PERHATIAN:
    ———————-
    Kisah Nyata yang Anda ajukan harus benar adanya, bukan sebuah kedustaan. Kisah Nyata yang diajukan harus memiliki nilai pelajaran (Ibroh) di dalamnya sehingga dapat di ambil manfaatnya oleh orang lain. Gunakanlah bahasa yang baik dan benar. Mohon memberikan data yang lengkap dan benar, pemberian data yang tidak lengkap atau palsu tidak akan kami proses. Penyamaran nama diizinkan untuk alasan yang dapat dimaklumi; Seperti, kisah yang menceritakan aib Anda di masa lalu sebelum Anda taubat. Kisah Nyata yang lolos seleksi akan Kami posting pada Kategori Kisah Kamu.


    Komentar yang masuk:
    terdapat 5 komentar yang diajukan untuk artikel: "Kisah Kamu"
    oleh: toha tanggal: Juni 30th, 2007 pukul: 11:40 pm #

    Inilah yang kurasakan dalam hati. Perasaan yang tak pernah ku rasakan. Seorang wanita berjanji kepadaku untuk menikah denganku, tapi beberapa waktu lalu. Dia berkata bahwa dia kan menikah dengan seorang pria lain. Serius atau bercanda aku pun tak tahu. Apakah yang anda pikirkan, seorang wanita berjanji untuk menikah. hmmm tapi inilah kenyataan, Jarang-jarang ada wanita seperti itu.

    Pertama kami mengenal, sungguh tak ada perasaan yang membuat kami terjebak situasi yang rumit. Dia mengajakku menikah, tapi orang tuanya sendiri yang menolak. Sungguh ku tak tahu harus bagaimana. Sekarang aku gak ada lagi komunikasi dengan dia, tiap ku sms gak pernah di bales. Tak tahu apa maunya, Apakah aku hanya seorang pria yang lemah di manfaatkan olehnya. Ya inilah hidup yang kujalani, dikecewakan dan selalu disakiti. Tapi Allah tetap menjagaku dari hal yang buruk. Semoga dia mengerti atas perbuatannya, karena kelak semua akan dipertanggung jawabkan.

    “Ya Allah jagalah hati kami, Sesungguhnya hanya Engkau yang membolak-balikkan hati. Satukanlah kami jika kami berjodoh. Jalinkanlah kami silahturahim yang baik jika kami tak berjodoh. Amin”

    kisah ini ada di blog adek http://tohaboy.blog.m3-access.com
    beberapa telah memberikan saran….
    sebenarya diri ini takut salah dalam mengambil sikap
    mohon sarannya……….

    oleh: Mumtazah tanggal: September 6th, 2007 pukul: 1:59 pm #

    ya Akhi, apa yang terjadi pada antum sebetulnya banyak terjadi pada ikh&akhw. Menunggu…ana tak tahu bagaimana secara syariat pastinya masalah ini. karena kebodohan dan dankalnya ilmu ana. Karena ana pun pernah mengalami hal yang serupa. tapi ada satu paragraph yang ana lupa itu perkataan siapa dan dari buku apa. tapi paling tidak kata-kata itu mampu membuat kita berpikir. bTentang pernyataan cinta seseorang : “Jika ada seseorang yang mengatakan mencintaimu. Ia akan menunjukkan jalan menuju Syurga. Memintamu dengan sangat untuk menemaninya ke sana. Jika tidak ketahuilah ia hanyalah orang yang lalai dan celaka. ia hanya berharap kau seperti dirinya.”
    Dan Akhi, jalan menuju Syurga bagi hubungan ikhwan dan akhwat hanyalah PERNIKAHAN!! Maka bersikap tegaslah padanya. Berdasarkan pernyataan antum bahwa orang tunya menolak antum, coba telusuri apa penyebab penolakannya. dan tanyakan pada Fulanah apakah ia masih ingin antum menjadi suaminya. jika iya majulah sekali lagi (tentu dengan telah menemukan penyebab penolakan itu dan solusinya. Jika ternyata Fulanah tidak menghendaki antum menjadi suaminya. Bersabarlah sebmoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik. namun jika antum sulit menanyakan perihal perasaannya ini. kirim sms dan katakan ‘Jika kamu ,asih ingin aku menjadi suamimu, aku akan datang lagi. Tapi jika tidak ku harap kita bisa mempertegas dan memperjelas semuanya.’ Atau SMS tgas senada yang intinya antum berniat menyudahi kebingungan ini. Sekian saran dari ana. Semoga Allah mempermudah langkah kita menggenapkan separuh din!

    oleh: FATIMA tanggal: September 28th, 2007 pukul: 4:34 pm #

    Menikah adalah hal yang baik dan tentu saja menyehatkan. Yang dialami Toha, (dikecewakan wanita)sama persis dengan yang saya alami, persiapan tuk menikah sudah saya siapkan jauh-jauh hari, tapi ternyata Alloh berkehendak lain. Calon suami saya malah memutus hubungan sepihak tanpa alasan yang jelas. Dia meninggalkan Saya tanpa mau bertanggung jawab terhadap keluarga saya. Sangat disayangkan sekali padahal dulu waktu dia “nembung” (orang jawa bilang)dengan baik, yaitu membawa keluarganya datang kerumah,tapi begitu memutuskan hubungan sama sekali tidak ada perkataan apa-apa terhadap keluarga saya, Hanya melalui SMS dia bilang kalo sudah tidak menyukai saya lagi dan tidak mau menikahi saya. Pihak keluaraganya pun tidak ada yang mewakili untuk bertanggung jawab.
    Mungkin dia memang bukan jodoh untuk saya. Saya sangat bersyukur karena Alloh sudah menunjukkan tabiat aslinya sebelum saya membina rumah tangga dengan dia. Entah apa jadinya kalo sampai saya menikah dengan dia?
    Alloh maha adil apa yang kita tanam itu pula yang kita petik hasilnya, semoga kita dilindungi Alloh dari perbuatan dzalim.
    Ini adalah hikmah yang bisa saya petik, mudah-mudahan Alloh memberi saya Jodoh seorang suami yang dapat membimbing Saya dijalan-Nya

    oleh: rangga tanggal: Oktober 21st, 2007 pukul: 10:38 pm #

    menikah memang wajib akan tetapi alasan ekonomi banyak diajukan dari tiap calon orang tua dan calon mempelai laki-laki adapun pada kenyataannya para ikhwan kurang bisa mengkoordinir ikhwan2 yang mana saja mau menikah oleh karena itu bagaimana bila kita membuat yayasan atau koperasi dalam rangka membantu perekonomian para ikhwan yang ingin menikah tetapi kurang didalam pendanaan. solusi nyatanya adalah kita adakan lembaga perekonomian yang mapan bukan hanya nasihat atau saran saja

    ekonomi adalah lingkaran setan ditambah rendahnya ilmu agama dapat mengelincirkan seseorang dari kebenaran bila ia tidak kuat iman.oleh karena itu marilah kita segera memabntu dalam bentuk material maupun psikologikal sehingga perzinahan dihati akan hilang berganti dengan indahnya pernikahan

    selagi tauhid belum membekas yang ada hanya hawa nafsu yang diatas jerat iblis
    terus membayangi para ikhwan atau akhwat. marilah kita permudah dengan membentuk lembaga2 yang mengarahkan atau istilahnya konselor pernikahan yang diasuh ustadz yang seklaiguslangsung membantu didalam pendanaan sampai acara pernikhan

    oleh: admin tanggal: Oktober 22nd, 2007 pukul: 1:11 pm #

    Akhi Rangga, ana rasa itu saran yang perlu ditindaklanjuti. Insya Alloh ana akan sampaikan saran antum ke pengurus yang lain agar dipertimbangkan.

    Syukron

    Ajukan komentar baru
    Nama: 
    Email: 
    URL: 
    Komentar: