Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab adalah termasuk keturunan nabi Isma’il, putra Nabi Ibrahim Al-Khalil. Semoga Alloh melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam. Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi nabi dan 23 tahun sebagai nabi serta rasul. Beliau diangkat sebagai nabi dengan “Iqra’” [1] dan diangkat sebagai rasul dengan surat “Al-Mudatstsir”. Tempat asal beliau adalah Makkah.
Apa yang terlintas di benak kita tatkala kita mendengar kata sejarah? Umumnya orang kerap menghubungkan kata sejarah dengan suatu ingatan kejadian, tanggal, dan nama orang-orang. Tentu saja, ada yang memandang sejarah dengan cara yang lain. Mereka mempertimbangkan sejarah sebagai sesuatu yang patut dihargai, karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah “apa yang bisa kita pelajari dari sejarah?”.
Sejarah telah mencatat bangsa-bangsa yang dimusnahkan akibat menentang Alloh, seperti kisah kaum Nabi Nuh, kaum Tsamud, ‘Aad, dan lainnya. Alloh meninggalkan beberapa cerita di kitabNya untuk kita tentang sebagian mereka. Tidak Kaum Nabi Nuh Kaum yang pertama kali dibinasakan oleh Alloh adalah kaum Nabi Nuh (Bani Rasib). Awal mula kesesatan mereka adalah ketika orang-orang shalih dari kalangan sebelum Nuh meninggal. Para pengikut orang shalih tersebut ingin agar mereka ingat kepada orang shalih tersebut sehingga mereka lebih semangat dan rajin beribadah. Untuk tujuan itu, mereka menggambar dan membuat patung orang-orang shalih tersebut. Dari generasi ke generasi, patung-patung tersebut dijadikan sebagai tuhan yang disembah.
“Wahai Hamba Alloh, bantulah agama Alloh, pasti Ia akan membantu kalian dan mengokohkan kaki kalian. Sesungguhnya janji Alloh adalah benar. Wahai kaum muslimin, bersabarlah kalian. Sesungguhnya kesabaran akan menyelamatkan kalian dari kekufuran dan membuat ridha Rabb kalian dan menjauhkan kalian dari celaan. Jangan sampai kalian meninggalkan tempat dan jangan memulai maju menyerbu mereka. Tetapi seranglah mereka dahulu dengan panah, dan berlindunglah kalian dengan perisai kalian. Perbanyak diam kecuali dzikir kepada Alloh dalam diri kalian, hingga aku mengintruksikan sesuatu kepada kalian, insya Alloh.” Perkataan di atas merupakan nasehat Abu Ubaidah kepada kaum muslimin dalam Perang Yarmuk yang terjadi pada tahun 13 Hijriah, yakni pada masa pemerintahan khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq. Perang Yarmuk adalah perang antara Muslim Arab yang dipimpin oleh Khalid bin Walid dan Kekaisaran Romawi Timur yang dipimpin oleh Tazariq. Pertempuran ini oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena perang ini menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Nasrani.
|
![]() |
||||
| menegakkan tauhid mengikuti sunnah | ||||
Kategori artikel
- Adab (9)
- Akhlak (5)
- Aqidah (12)
- Bedah Buku (1)
- Buletin (6)
- Dauroh (6)
- DOWNLOAD: Ceramah (1)
- DOWNLOAD: Mading (5)
- DOWNLOAD: Program (2)
- DOWNLOAD: Wallpaper (3)
- Fatwa (6)
- Fiqh (10)
- Hadits (2)
- Ibadah (4)
- Info (11)
- Kajian Rutin (3)
- Kegiatan Sosial (1)
- Keluarga (10)
- Kesehatan (4)
- Kisah Kamu (3)
- Koreksi (7)
- Manhaj (18)
- Muamalah (12)
- Nasehat (23)
- Remaja (7)
- Siroh (4)
- Soal-Jawab (34)
- Tabligh Akbar (7)



