1. Kenyataan umat Islam sekarang ini telah disifati dengan huruf-huruf tegas dalam As- Sunnah yang suci, oleh karena itu hendaknya orang yang memandang amal Islami masa kini adalah para Ulama Al Kitab dan As Sunnah dan tidak mereka meninggalkan kebijaksanaan satu perkara karena pengalaman, akal dan ilham mereka. Oleh karena itu keberadaan apa yang dinamakan ulama fiqih harokah ( ulama pergerakan) atau fuqaha waqiโ (ulama fiqih kenyataan) yang tidak mengenal Al Kitab dan As Sunnah adalah penjauhan para jamaah yang bergerak dimedan dakwah kepada Alloh Subhanahu wa Taโala dari sumber kemuliaan dan petunjuk mereka. 2. Kewajiban kepada para ulama Al Kitab dan As Sunnah untuk mengambil peran dalam mengarahkan orang-orang yang bekerja untuk kejayaan Islam, karena mereka pemimpin dan manusia terbaik umat ini. Maka jika mereka bersandar kepada kekayaan dunia dan tidak berperan aktif, siapakah yang menghalangi badai bahaya tersebut dari para pemuda Islam yang menatap dengan matanya dengan kejayaan dan kepemimpinan Islam.
Disusun oleh: Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh Muqoddimah Pada pembahasan yang lalu, telah kita paparkan jawaban- jawaban terhadap syubhat-syubhat takfir yang berhubungan dengan ayat hukum dari surat al-Maidah, insyaโ Alloh โazza wa jalla pada pembahasan kali ini akan kita paparkan jawaban-jawaban terhadap syubhat-syubhat takfir yang lainnya secara umum dengan banyak menukil dari kitab Burhanul munir fi dahdhi syubuhati ahli takfir oleh Syaikh Abdul Aziz bin Ris ar-Ris.
Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri-negeri yang tercabik dan banyaknya orientasi yang mengajak mereka untuk meninggalkan agama dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum muslimin selanjutnya mulai memandang kenyataan yang ada dari sisi yang berbeda dari pandangan kelompok yang lain. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa jama’ah-jama’ah yang bergerak di medan dakwah pada masa ini saling berselisih seputar manhaj dakwah, dari mana memulai dan bagaimana memulainya. Perselisihan yang paling berbahaya yang menghalangi persatuan mereka diatas satu kata adalah dua hal:
Oleh Ustadz Abu Ismaโil Muslim al-Atsari Bersih dan terbebas dari dosa bukanlah syarat orang beriman dan bertakwa. Di dalam al-Qurโan, Alloh Taโala banyak menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang bertakwa. Diantaranya, orang yang bertakwa itu terkadang berbuat dosa dan kesalahan. Alloh Taโala berfirman: ููุงูููุฐูููู ุฅูุฐูุง ููุนููููุง ููุงุญูุดูุฉู ุฃููู ุธูููู ููุง ุฃูููููุณูููู ู ุฐูููุฑููุง ุงูููููู ููุงุณูุชูุบูููุฑููุง ููุฐููููุจูููู ู ููู ููู ููุบูููุฑู ุงูุฐูููููุจู ุฅููุง ุงูููููู ููููู ู ููุตูุฑูููุง ุนูููู ู ูุง ููุนููููุง ููููู ู ููุนูููู ูููู (ูกูฃูฅ) Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Alloh , lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Qs โAli โImran/3:135).
Sesungguhnya racun berbahaya yang menghancurkan kekuatan kaum muslimin, melumpuhkan gerakan mereka dan merenggut barokahnya, bukanlah pedang-pedang orang kafir yang berkumpul mengadakan tipu daya terhadap Islam, pemeluknya dan agamanya, akan tetapi ia adalah bakteri penyakit yang keji yang merebak di dalam tubuh Islam yang besar dalam waktu yang sangat lambat akan tetapi terus menerus dan efektif (berdaya guna). Penyakit tersebut adalah ad dakhan (kabut) sesui dengan hadits dari Hudzaifah bin Yaman Radhiallohu โanhu. โDari Hudzaifah bin Al Yaman Radhiallohu โanhu beliau berkata : orang-orang bertanya kepada Rasululloh Shallallohu โalaihi wasallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena takut jangan-jangan menimpaku, Maka aku bertanya: wahai Rasululloh kami dahulu berada di zaman jahiliyah dan keburukan, lalu Alloh memberi kami kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini ada keburukan? Beliau menjawab: ya, aku bertanya : dan apakah setelah keburukan itu ada kebaikan? Beliau menjawab :ya, dan ada padanya kabut (dakhan)! Aku bertanya lagi: apa kabut (dakhan)nya tersebut? Beliau menjawab: suatu kaum yang mengikuti teladan selain sunnahku, dan mengambil petunjuk selain petunjukku, kamu menganggap baik mereka dan kamupun mengingkarinya, aku bertanya lagi: apakah setelah kebaikan itu ada keburukan lagi? Beliau menjawab: ya, para dai yang mengajak kepintu-pintu neraka (jahannam)!, barang siapa yang menerima ajakan mereka , niscaya mereka menjerumuskan ke dalam neraka. Aku bertanya lagi: wahai Rasululloh berilah tahu kami sifat-sifat mereka? Beliau menjawab: mereka dari kaum kita dan berbicara dengan bahasa kita, aku bertanya lagi: wahai Rasululloh apa yang engkau perintahkan kepada ku jika aku menemuinya?, beliau menjawab: berpegang teguhlah pada jamaah kaum muslimin dan imamnya, aku bertanya lagi: bagaimana jika tidak ada jamaah maupun imam? Beliau menjawab: hindarilah semua kelompok-kelompok itu, walau pun dengan menggigit pokok pohon hingga kematian menjemputmu dalam keadaan seperti ituโ[1]
Mengapa harus “Manhaj Salaf” saja? Sungguh sangat banyak dalil dari Kitabulloh dan sunnah Rosululloh serta perkataan para sahabat yang menjelaskan tentang pujian terhadap orang-orang yang mengikuti jalan ulama salafush sholih(1) dan celaan terhaยญdap orang yang tidak melakukan hal demikian. Dan ini merupakan bukti yang menguatkan kewajiban untuk mengikuti manhaj salaf dan mengakui bahwa ia merupakan jalan keselamatan dunia akhirat. Perhatikanlah firman Alloh (yang artinya), “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Alloh dan Alloh. menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah [9]: 100)
Alloh Subhaanahu wa Ta’aala berfirman: โMuhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.โ (Terjemah Q.S. Al Ahzaab: 40) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: โPerumpamaan diriku dengan para nabi yang lain seperti seorang yang membangun sebuah rumah. Orang itu pun melengkapi dan menyempurnakannya hanya saja kurang satu buah bata (untuk menutupinya).โ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: โAkulah yang menempati lubang batu bata tersebut, aku telah datang dan telah aku tutup para nabi.โ (HR. Muslim dan lain-lain)
Sesungguhnya, permasalahan hukum (keputusan), syari’at (peraturan), dan taqadhi (berpekara) selayaknya hanya di serahkan kepada kehendak manusia yang sering berubah, atau atas dasar pertimbangan mashlahat-mashlahat yang tidak pasti, atau kepada adat kebiasaan yang di sepakati oleh kelompok atau beberapa kelompok, tetapi tidak berpedoman secara kuat dalam berpegang kepada syari’at Alloh. Permasalahan ini. Yaitu hukum hanyalah hak Alloh, termasuk perkara yang di ketahui secara pasti dalam masalah keimanan. Hal ini berdasarkan banyak pertimbangan. 1. Masalah ini dibangun berdasarkan pengakuan terhadap Rububiyyah (kekuasaan, kepemilikan, pengaturan) Alloh subhana wata’ala. Alloh adalah al-Khalik (Sang Pencipta) yang telah menciptakan segala sesuatu, dan kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Alloh subhana wata’ala berfirman: ุฅูููู ุฑูุจููููู ู ุงูููููู ุงูููุฐูู ุฎููููู ุงูุณููู ูุงููุงุชู ููุงูุฃุฑูุถู ููู ุณูุชููุฉู ุฃููููุงู ู ุซูู ูู ุงุณูุชูููู ุนูููู ุงููุนูุฑูุดู ููุบูุดูู ุงูููููููู ุงููููููุงุฑู ููุทูููุจููู ุญูุซููุซูุง ููุงูุดููู ูุณู ููุงููููู ูุฑู ููุงููููุฌููู ู ู ูุณูุฎููุฑูุงุชู ุจูุฃูู ูุฑููู ุฃููุง ูููู ุงููุฎููููู ููุงูุฃู ูุฑู ุชูุจูุงุฑููู ุงูููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ูููู (ูฅูค) ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Alloh. Mahasuci Alloh, Rabb semesta alam. (Qs al-A’raf / 7:54).
Ditanya oleh Abu Fathia Pertanyaan: Assalamuโalaikum Warahmatullah Wabarakatuh Semoga Ustadz dimuliakan oleh Alloh Syukron
Ditanya oleh Abu Fadhilah Pertanyaan: Assalamuโalaikum Warahmatullah Wabarakatuh Semoga Ustadz. dimuliakan oleh Allah. Bagaimana mensikapi seorang ustadz. yang menunda penjelasan dari pertanyaan seorang jamaโah dengan tujuan agar tidak menimbulkan perpecahan, akan tetapi penjelasannya akan dijawab lain kali dan melihat kondisinya?
|
![]() |
||||
| menegakkan tauhid mengikuti sunnah | ||||
Kategori artikel
- Adab (9)
- Akhlak (5)
- Aqidah (12)
- Bedah Buku (1)
- Buletin (6)
- Dauroh (6)
- DOWNLOAD: Ceramah (1)
- DOWNLOAD: Mading (5)
- DOWNLOAD: Program (2)
- DOWNLOAD: Wallpaper (3)
- Fatwa (6)
- Fiqh (10)
- Hadits (2)
- Ibadah (4)
- Info (11)
- Kajian Rutin (3)
- Kegiatan Sosial (1)
- Keluarga (10)
- Kesehatan (4)
- Kisah Kamu (3)
- Koreksi (7)
- Manhaj (18)
- Muamalah (12)
- Nasehat (23)
- Remaja (7)
- Siroh (4)
- Soal-Jawab (34)
- Tabligh Akbar (7)



