Mengapa harus “Manhaj Salaf” saja? Sungguh sangat banyak dalil dari Kitabulloh dan sunnah Rosululloh serta perkataan para sahabat yang menjelaskan tentang pujian terhadap orang-orang yang mengikuti jalan ulama salafush sholih(1) dan celaan terhadap orang yang tidak melakukan hal demikian. Dan ini merupakan bukti yang menguatkan kewajiban untuk mengikuti manhaj salaf dan mengakui bahwa ia merupakan jalan keselamatan dunia akhirat. Perhatikanlah firman Alloh (yang artinya), “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Alloh dan Alloh. menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. at-Taubah [9]: 100)
A. TATA CARA MENYEMBELIH HEWAN KURBAN Menyembelih hewan kurban merupakan bentuk pengorbanan paling sakral dan ibadah multi manfaat dan faedah, disamping mengikuti jejak Nabi Ibrahim yang lurus, ibadah kurban juga bisa menjadi JPS (jaring pengaman sosial) paling bagus, sarana paling baik untuk menyambung silaturrahim serta lembaga paling tepat untuk memberi jaminan bagi kehidupan fakir dan miskin. Agar ibadah kurban anda diterima di sisi Allah dan bermanfaat buat mereka yang hidup susah maka perhatikan hal-hal berikut ini:
Alloh Subhaanahu wa Ta’aala berfirman: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Terjemah Q.S. Al Ahzaab: 40) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan diriku dengan para nabi yang lain seperti seorang yang membangun sebuah rumah. Orang itu pun melengkapi dan menyempurnakannya hanya saja kurang satu buah bata (untuk menutupinya).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Akulah yang menempati lubang batu bata tersebut, aku telah datang dan telah aku tutup para nabi.” (HR. Muslim dan lain-lain)
Segala puji hanya milik Alloh Rabb semesta alam, Yang menurunkan Al-Qur’an yang mulia sebagai petunjuk dan peringatan bagi seluruh makhluk dari kalangan jin dan manusia. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Muhammad sebagai utusan Alloh dan manusia sempurna rohani dan akalnya, tinggi kedudukannya serta mulia budi pekerti dan akhlaknya sehingga ucapan dan tindakan beliau menjadi panutan dan suri tauladan. Kemuliaan Bulan Rajab
Tidak ada satu dalilpun yang sahih menyebutkan keutamaan bulan rajab secara khusus sebagaimana yang telah dituturkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Tabyin Al Ujb : “Tidak ada hadits shahih yang pantas untuk dijadikan hujjah di dalam keutamaan bulan rajab, puasa di dalamnya dan shalat malam khusus di malam harinya”.
Zaman sekarang adalah zaman banyaknya orang yang jauh dari agama Alloh, maksiat merata dan kerusakan melanda sehingga hampir tidak ada satupun orang kecuali telah dilumuri oleh dosa-dosa, selain orang yang Alloh jaga. Akan tetapi, Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci, sehingga banyak orang yang sadar dari kelalaiannya dan bangun dari tidurnya. Mereka menyadari sikapnya selama ini yang jauh dari jalan yang lurus; jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Alloh, bukan jalan orang yang dimurkai (Yahudi) dan bukan pula jalan orang yang sesat (Nasrani). Mereka pun pergi menuju menara taubat, sedangkan yang lain sudah mulai bosan dengan hidupnya berangkatlah mereka bersama-sama untuk keluar dari kegelapan kepada cahaya.
Oleh: Al-Ustadz Fariq Bin Gasim Anuz Nasehat merupakan amalan yang penting dalam Islam, bahkan Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa “Dien (agama) itu nasehat”[1]. Beliau pun memberikan syarat kepada Jarir bin Abdullah radhiallohu ‘anhu ketika memba’iatnya yang di antaranya “Memberikan nasehat kepada setiap muslim”[2]. Oleh karena itu, seorang pemberi nasehat harus membersihkan niatnya dari segala ketamakan dunia, keinginan mendapatkan pujian manusia dan maksud buruk lainnya. Imam Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang menampakkan ucapan dan perbuatannya yang baik kepada manusia, tetapi ia mempunyai maksud buruk, lalu dipuji oleh manusia disebabkan perbuatan baik yang ia tampakkan padahal tujuannya buruk, lalu dia gembira dengan pujian manusia, maka orang tersebut diancam oleh Alloh Ta’ala dengan adzab yang sangat pedih.Alloh berfirman :“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.” [Ali Imran 188]
|
![]() |
||||
| menegakkan tauhid mengikuti sunnah | ||||
Kategori artikel
- Adab (9)
- Akhlak (5)
- Aqidah (12)
- Bedah Buku (1)
- Buletin (6)
- Dauroh (6)
- DOWNLOAD: Ceramah (1)
- DOWNLOAD: Mading (5)
- DOWNLOAD: Program (2)
- DOWNLOAD: Wallpaper (3)
- Fatwa (6)
- Fiqh (10)
- Hadits (2)
- Ibadah (4)
- Info (11)
- Kajian Rutin (3)
- Kegiatan Sosial (1)
- Keluarga (10)
- Kesehatan (4)
- Kisah Kamu (3)
- Koreksi (7)
- Manhaj (18)
- Muamalah (12)
- Nasehat (23)
- Remaja (7)
- Siroh (4)
- Soal-Jawab (34)
- Tabligh Akbar (7)



