Sifat malu merupakan hal yang secara turun-temurun menjadi syari’at yang disampaikan oleh para Nabi yang terdahulu sampai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perhatikanlah sabda Rosul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Mas’ud berikut ini: “Sesungguhnya di antara nasehat yang didapatkan orang-orang dari sabda nabi-nabi terdahulu: “Apabila tidak memiliki rasa malu, maka berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhori: 3483) Kalau begitu, betapa malu itu sangat urgen dalam kehidupan seseorang, atau bahkan ia merupakan hal yang tidak boleh hilang dari kehidupan seseorang. Sebab hal yang secara turun-temurun diajarkan apalagi oleh para nabi tentunya sangat penting. Malu adalah hakikat kehidupan, itulah sebabnya malu itu sedemikian mulia dan diprioritaskan dalam ajaran para nabi.
Sebenarnya engkau tak terlalu cantik, tapi lebih sulit untuk mengatakan engkau jelek. Biasa saja. Engkau juga tak pernah memoleskan make-up di wajahmu, apalagi mengenakan perhiasan sebagaimana kebanyakan teman-temanmu.Namun kesehajaan itulah yang justru mengusik hatiku, sehingga kuputuskan untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku. Engkau yang sederhana, pintar dan tak banyak bicara, sungguh terlihat dewasa.
Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu. Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya menejadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.
Ditanya oleh Umar. Pertanyaan: Assalaamu a’laykum Ustadz ane ikhwan pelajar dan saat ini belajar agama secara Istimaiyat (berkelompok), ane ingin menanyakan bagaimana cara untuk menghadapi teman yang cenderung berorientasi kepada Liwath (homoseks) dan siapa saja ciri orang yang bisa dijadikan sahabat karena Allah, bagaimana hukum mencukur jenggot dan isbal dengan acuan untuk bekerja di tempat tertentu dan belajar di kampus, Jazaakallohu khairan. Wassalaamu’alaykum
Islam sangat memperhatikan hak- hak orang tua dan kerabat, oleh karena itu, kita ditekankan untuk mengamalkan dengan baik terutama hak-hak orang tua. hal ini disebabkan orang tualah yang telah melahirkan, mengasuh, mendidik, dan membesarkan kita sehingga kita menjadi manusia yang berguna. Oleh karena itu, kita wajib berbakti kepada kedua orang tua dengan cara menaati, menghomati, mencintai, menyayangi, membahagiakan serta mendo’akan keduanya ketika beliau masih hidup atuapun sudah meninggal dunia. Adapun keutamaan berbakti kepada kedua orang tua adalah: 1. Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Dasarnya adalah hadist Rasul yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud Radiallahu ‘Anhu: Dari Abdullah bin Mas’ud katanya: “Aku bertanya kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam tentang amal –amal yang paling utama dan dicintai oleh Alloh, Nabi shallallahu’alaihi wasallam menjawab “Pertama shalat pada waktunya, (dalam riwayat lain disebutkan shalat diawal waktu), kedua berbakti kepada orang tua, ketiga Jihad di Jalan Alloh .” (HR. Bukhari I/134, Muslim NO. 85. Fathul Baari 2/9)
|
![]() |
||||
| menegakkan tauhid mengikuti sunnah | ||||
Kategori artikel
- Adab (9)
- Akhlak (5)
- Aqidah (12)
- Bedah Buku (1)
- Buletin (6)
- Dauroh (6)
- DOWNLOAD: Ceramah (1)
- DOWNLOAD: Mading (5)
- DOWNLOAD: Program (2)
- DOWNLOAD: Wallpaper (3)
- Fatwa (6)
- Fiqh (10)
- Hadits (2)
- Ibadah (4)
- Info (11)
- Kajian Rutin (3)
- Kegiatan Sosial (1)
- Keluarga (10)
- Kesehatan (4)
- Kisah Kamu (3)
- Koreksi (7)
- Manhaj (18)
- Muamalah (12)
- Nasehat (23)
- Remaja (7)
- Siroh (4)
- Soal-Jawab (34)
- Tabligh Akbar (7)



