• Kategori artikel

  • Nop
    08
    Terdaftar ke dalam kategori: (Fiqh, Soal-Jawab) pada 08-11-2007

    Ditanya oleh Muhajirin
    Dijawab oleh Ustadz Zaenal Abidin, Lc.

    Pertanyaan:

    Ass.wr.wb

    Ustadz yang diramati Allah SWT, mohon penjelasan sbb:

    Bagaimana lafadz azan subuh yang benar, karena saya pernah mendengar seseoran azan subuh tanpa lafadz ”Assholatu khairuminna naum”. Namun azan lazimnya seperti biasa kita denggar pada azan selain shalat shubuh?

    Jawaban:

    Ini masalah khilafiyyah, yang shahih adalah “Assholatu khoirum minannaum” ialah sunnah berdasarkan hadist Abu Mahduroh yang dikeluarkan Imam Ahmad, Rasululloh pernah mengajarkan kepadanya adzan karena dia suaranya bagus, ketika hijrah ke mekkah dia dijadikan muadzin masjidil haram mengajarkan adzan shubuh assholatu khoirum minannaum di dalam azdan pertama dari shubuh (fil adzanil awwal minal shubhi).

    Adzan awal dari shubuh setelah terbit dari fajar karena azdan keduanya adalah iqomat, oleh karena itu Rasululloh mengatakan adzan dan iqomat adalah 2 azdan seprti dalam hasidt Bukhari yaitu, “diantara 2 adzan ada sholat”.

    Yang shahih adalah yang telah ditarjih oleh Syaikh Bin Baz yaitu assholatu khoirum minannaum ialah sunnah dibaca pada adzan shubuh.



    Komentar yang masuk:
    terdapat 2 komentar yang diajukan untuk artikel: "Soal-Jawab: Lafadz “Assholaatu Khairum Minan Naum” Pada Adzan Shubuh"
    oleh: atho tanggal: Nopember 9th, 2007 pukul: 4:19 pm #

    Sebenarnya adzan pertama subuh itu bukannya pada saat fajar kadzib?

    oleh: Nasirudin tanggal: Mei 23rd, 2008 pukul: 5:36 pm #

    Assalamua’laikum Warahmatullahi wabarakatuh.
    setahu saya lafadz “Assholaatu Khairum Minan Naum”
    Adalah untuk adzan awal. Muhammad bin Ismail al-Kahlani dalam Kitabnya Subulussalam, menyebutkan bahwa tatswib diucapkan pada adzan awal, kira-kira 60 menit sebelum masuk waktu subuh, atau pada sa’at fajar kadzib. Adzan awal berfungsi untuk membangunkan orang agar shalat tahajjud ataupun sahur. Memang ada hadits yang menyebutkan bahwa tatswib itu pada waktu subuh secara umum, namun hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasaie mentaqyidnya (menjelaskan kekhususannya), berikut bunyinya :
    الصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّومِ 2× فِيْ اْلأَذَانِ الأَوَّلِ مِنَ الصُّـبْحِ (رواه ابن خزيمة)
    Ashshalatu Khairumminannaum 2X adalah di dalam adzan awal dari subuh.

    Makna Tatswib
    Tatswib adalah ucapan muadzin ash shalatu khairun minan naum pada adzan fajar, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnul Mubarak, Ahmad, dan dibenarkan oleh Imam At Tirmidzi. (Al Jami’ush Shahih1/381)
    Adzan pertama yang dikumandangkan sebelum masuk waktu Shubuh disyariatkan dengan dalil :
    “Sesungguhnya Bilal adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum adzan.”
    Hadits ini diriwayatkan oleh beberapa ulama hadits dengan berlainan lafadh tetapi satu makna, seperti Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, An Nasa’i, Asy Syafi’i, Ad Darimi, Al Baihaqi, Ibnul Jarud, Ath Thabari, dan lain-lain. Pada intinya hadits ini menunjukkan adanya adzan di malam hari sebelum masuk waktu Shubuh.
    Termasuk Sunnah adzan pertama adalah penambahan lafadh ash shalatu khairun minan naum setelah mengucapkan hayya ‘alal falah.Ungkapan ini dinyatakan oleh Anas radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Daruquthni, Ibnu Khuzaimah, dan sanadnya dishahihkan oleh Al Ya’mar. (Lihat Sunan Al Kubra 1/435)
    Ucapan ini sesuai juga dengan hadits Abu Mahdzurah berbunyi :
    “Apabila kamu adzan awal dari (waktu) Shubuh, maka ucapkanlah ash shalatu khairun minan naum 2 kali.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ath Thahawi, Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan oleh beliau serta oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih Sunan Abu Daud 515-516)
    Sedangkan riwayat Nasa’i tentang tatswib dishahihkan oleh Ibnu Hazm sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Talkhishul Habir 1/362 dan Syaikh Al Albani di dalam Shahih Nasa’i 627 yang maknanya :
    Dari Abu Mahdzurah, dia berkata : “Aku adzan bagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan aku mengucapkan dalam adzan fajar yang pertama sesudah hayya ‘alal falah, ash shalatu khairun minan naum dua kali.”
    Sedangkan hadits Ibnu Umar mengatakan :
    “Pada adzan awal sesudah hayya ‘alal falah diucapkan ash shalatu khairun minan naum dua kali.”
    Hadits ini dikeluarkan oleh Abdurrazaq di dalam Al Mushannaf 1/473, Ibnu Abi Syaibah di dalam Al Mushannaf 1/208, Al Baihaqi di dalam As Sunan Al Kubra (1/423), Ath Thahawi di dalam Syarh Ma’anil Atsar(1/137), As Siraj, dan Ath Thabrani dan sanadnya hasan sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam At Talkhishul Habir 1/361 dan Al Ya’mar berkata : “Sanadnya shahih.”
    Dua hadits di atas sebagai taqyid (pembatas) bagi riwayat-riwayat yang mutlak, di antaranya :
    “Ya Rasulullah, ajarilah aku Sunnah adzan.” Maka beliau pun mengajarinya dengan sabdanya : “Jika shalat Shubuh, hendaklah engkau ucapkan ash shalatu khairun minan naum, ash shalatu khairun minan naum.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
    Pernyataan ini telah diungkapkan oleh Ash Shan’ani di dalam kitabSubulus Salam 1/167-168 ketika mengomentari hadits Nasa’i.

    Ajukan komentar baru
    Nama: 
    Email: 
    URL: 
    Komentar: