• Kategori artikel

  • Okt
    29
    Terdaftar ke dalam kategori: (Siroh) pada 29-10-2007

    Apa yang terlintas di benak kita tatkala kita mendengar kata sejarah? Umumnya orang kerap menghubungkan kata sejarah dengan suatu ingatan kejadian, tanggal, dan nama orang-orang. Ada juga yang beranggapan bahwa sejarah merupakan pelajaran yang membosankan, atau suatu catatan masa lalu yang sudah banyak didustakan.

    Tentu saja, ada yang memandang sejarah dengan cara yang lain. Mereka mempertimbangkan sejarah sebagai sesuatu yang patut dihargai, karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah “apa yang bisa kita pelajari dari sejarah?”.

    Sejarah sebenarnya merupakan topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik Sejarah mengajarkan banyak hal seperti, teladan dari kehidupan orang-orang yang shalih, sistem perekonomian, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah.

    Peristiwa demi peristiwa penting sebagiannya masih bisa kita dapatkan catatannya. Walau memang tak seluruhnya otentik seperti kejadian sebenarnya, namun masih ada catatan yang orisinil dan otentisitasnya bersifat niscaya. Itulah catatan sejarah kehidupan manusia yang terekam dalam Al Qur’an maupun sunnah yang shahih.

    Kisah manusia pertama dan generasi-generasi awal diberitakan oleh Alloh dan Rasul-Nya. Sejarah Nabi Adam dan Hawa yang hidup dan terusir dari surga karena melanggar larangan Alloh. Peristiwa antara Nabi Nuh dengan kaumnya. Kita dapat membaca bagaimana kegigihan perjuangan Nuh mengajak kaumnya untuk menyembah Alloh dan meninggalkan sesembahan selain Alloh. Selain itu, ada kisah pemuda Ibrahim yang begitu tawakal memegang kalimat tauhid saat berhadapan dengan penguasa zhalim yang membela kekafiran. Ada juga kisah Nabi Musa yang begitu sabar menghadapi Fir’aun beserta bala tentaranya. Tak ketinggalan, pelajaran dari kisah pemimpin yang shalih seperti Nabi Sulaiman. Kekuasaan yang ia punya justru membuatnya semakin shalih, bukan sebaliknya.

    Sejarah tak berhenti, masih ada kisah-kisah berikutnya sampai zaman Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Mengungkapkan peluh keringat hingga cucuran darah para tokoh pembela tauhid. Itulah sejarah para tokoh yang agung dan sukses dalam menjalankan tugas kemanusiaannya. Beribadah hanya kepada Alloh dan meninggalkan sesembahan selain Alloh.

    Sejarah Islam telah menorehkan kisah-kisah menakjubkan dari kehidupan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang penuh teladan bagi umat. Mengetahui sejarah beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam merupakan satu kewajiban yang dibebankan kepada umat ini karena beliau adalah perantara dan penafsir Al Qur’an secara perkataan dan perbuatan, sehingga tidaklah mungkin kita dapat memahami ajaran agama kita tanpa mengetahui sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan para sahabat Rasululloh merupakan generasi terbaik umat ini. Mereka terus belajar dari Rasululloh, apa-apa saja yang harus dikerjakan dan apa saja yang mesti mereka tinggalkan.

    Sebuah sejarah tak hanya mengungkapkan catatan para pejuang kebajikan saja, namun juga mencantumkan sejarah kelam para pejuang kebatilan. Bisa kita lihat bagaimana akhir tragis Fir’aun, penentang tauhid nomor wahid di zaman Nabi Musa. Tak ketinggalan, derita mengerikan kaum Luth, kaum Tsamud, hingga kaum kafir Quraisy karena menentang Alloh. Sungguh, nama-nama mereka tercantum dengan jelas sampai generasi akhir zaman nanti.

    Kita mungkin tertarik dengan berbagai kisah dan sejarah yang ada tadi. Namun sejarah kehidupan bukan sekedar untuk dinikmati dan dibaca belaka. Lebih dari itu, kisah dan sejarah adalah sarana untuk mengambil ibrah dan pelajaran.

    Alloh berfirman: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf: 111)

    Sejarah telah mengajarkan, maka belajarlah dari sejarah. Bacalah dan ambilah ibrah dari sejarah.

    [Sumber: Elfata Vol 4 no. 07/2004]



    Komentar yang masuk:
    terdapat 1 komentar yang diajukan untuk artikel: "Belajar dari Sejarah"
    oleh: abdurrahman tanggal: Mei 8th, 2008 pukul: 10:25 pm #

    apakah kondisi yang menimpa umat Islam sekarang ini karena tidak mau belajar dari sejarah masa lalu?

    Ajukan komentar baru
    Nama: 
    Email: 
    URL: 
    Komentar: