Alhamdulillah, bulan Ramadhan datang lagi mengunjungi kita. Sebuah bulan yang Alloh beritakan lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang penuh berkah dan dilipatgandakannya pahala. Bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan merupakan kenikmatan yang sangat besar. Oleh karena itu, kita harus berusaha agar tidak ada waktu yang berlalu tanpa amal shalih. Karena, waktu-waktu yang berlalu dalam bulan ini sangat berharga dan akan merugilah kita bila melewatkan kesempatan emas tersebut.
Banyak sekali ibadah yang bisa kita lakukan di bulan ini, salah satunya adalah membaca Al Qur’an. Memperbanyak membaca dan mempelajari Al Qur’an di bulan ini termasuk amalan yang dianjurkan, bahkan malaikat Jibril selalu datang kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk mengecek dan membacakan Al Qur’an.
Bulan Ramadhan disebut pula sebagai bulan Al Qur’an, karena di bulan inilah Al Qur’an diturunkan, tepatnya pada malam Lailatul Qadar. Al Qur’an merupakan firman Alloh yang diturunkan sebagai petunjuk, pedoman bagi manusia, agar selamat dari kesesatan dan tetap berjalan di atas cahaya petunjuk. Alloh menjelaskan dalam Al Qur’an, artinya:
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al-Baqarah: 185)
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu, supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji…” (QS Ibrahim:1-2)
Orang-orang terdahulu selalu lebih bersemangat untuk membaca Al Qur’an pada bulan Ramadhan daripada bulan selain Ramadhan. Ketika tiba bulan Ramadhan Az Zuhri berkata: “Ramadhan itu adalah membaca Al Qur’an dan memberi makan (fakir miskin).
Pada bulan Ramadhan, para Salafus Shalih selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang berkaitan dengan Al Qur’an (mulai dari membaca, mempelajari dan mentadabburinya). Utsman bin Affan mengkhatamkan Al Qur’an setiap hari pada bulan Ramadhan. Sebagian Salafus Shalih mengkhatamkan Al Qur’an dalam shalat tarawih setiap tiga malam sekali. Sementara sebagian lainnya mengkhatamkannya setiap sepuluh malam sekali.
Mereka selalu membaca Al Qur’an baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Bahkan Imam Asy-Syafi’i dapat mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak enam puluh kali di luar shalat dalam bulan Ramadhan. Sementara itu, Imam Malik menghindar dari membacakan hadits dan bertukar pikiran dengan ahli ilmu. Di bulan Ramadhan beliau lebih berkosentrasi membaca Al Qur’an dari mushaf.
Para Salafus Shalih sangat memahami betapa besar kebaikan dan pahala yang didapat dari membaca Al Qur’an, sehingga di bulan Ramadhan mereka lebih giat membacanya.
Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Alloh maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (Riwayat At-Tirmidzy).
Orang yang belum lancar membaca Al Qur’an juga mendapatkan pahala yang besar. Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang membaca Al Qur’an dengan mahir adalah bersama malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata serta mengalami kesusahan maka dia mendapatkan dua pahala.” (Muttafaqun ‘alaih). Dua pahala, maksudnya adalah pahala membaca dan pahala susah payahnya.
Selain itu, dengan izin Alloh, Al Qur’an juga akan bisa memberikan syafaat bagi orang yang membacanya. Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya: “Bacalah Al Qur’an, karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi orang yang membacanya.”
Inilah balasan bagi orang yang membaca Al Qur’an. Apalagi, jika ia berusaha untuk merenungi dan memahami ayat-ayat yang dibacanya. Setelah itu, dia pun mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Alangkah beruntungnya orang-orang seperti ini.
Lalu bagaimana dengan kita? Yuk kita isi bulan yang mulia ini dengan memperbanyak membaca Al Qur’an serta mentadabburinya (memahami maknanya). Jangan sampai nyesel, karena nggak bisa memanfaatkan Ramadhan dengan baik. Siapa yang bisa menjamin kita masih bertemu Ramadhan tahun depan?. Wallohu a’lam.
“Barangsiapa yang pada bulan Ramadhan ini tidak beruntung, maka kapan lagi dia bisa beruntung? Barangsiapa yang pada bulan suci ini tidak bisa mendekatkan dirinya kepada Alloh, maka sungguh dia sangat merugi.” (Ibnu Rajab)
Semoga Alloh menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang membaca dan bertekad mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan ini.
Sumber:
Al Furqon Edisi 2 Th. III/ Ramadhan 1424
As Sunnah Edisi 06/IX/1426/2005
Elfata Edisi 03 Th. I/2000/1421