Sejarah telah mencatat bangsa-bangsa yang dimusnahkan akibat menentang Alloh, seperti kisah kaum Nabi Nuh, kaum Tsamud, ‘Aad, dan lainnya. Alloh meninggalkan beberapa cerita di kitabNya untuk kita tentang sebagian mereka. Tidak Kaum Nabi Nuh Kaum yang pertama kali dibinasakan oleh Alloh adalah kaum Nabi Nuh (Bani Rasib). Awal mula kesesatan mereka adalah ketika orang-orang shalih dari kalangan sebelum Nuh meninggal. Para pengikut orang shalih tersebut ingin agar mereka ingat kepada orang shalih tersebut sehingga mereka lebih semangat dan rajin beribadah. Untuk tujuan itu, mereka menggambar dan membuat patung orang-orang shalih tersebut. Dari generasi ke generasi, patung-patung tersebut dijadikan sebagai tuhan yang disembah.
Nabi Nuh berdakwah sekuat tenaga. Tapi kaumnya lari darinya dan tak mau tahu. Akhirnya, Nuh pun berdoa meminta keputusan antara beliau dan kaumnya serta memohon pertolongan Alloh. Kemudian Alloh memerintahkan Nuh untuk membuat perahu besar. Tentu kaumnya semakin mengejek hal tersebut. Ketika datang perintah Alloh, maka Nuh memasukkan sepasang tiap jenis binatang dan orang-orang yang telah beriman. Lalu datanglah hujan badai serta bumi memancarkan air. Air pun lama-lama semakin meninggi hingga ke bukit-bukit dan menenggelamkan orang-orang yang kafir. Kaum ‘Aad Kaum ‘Aad adalah kaum yang tinggal di bukit-bukit pasir di sebelah kanan antara Aman dan Hadramaut. Kaum ini terpisah beberapa generasi dengan kaum Nuh. Setelah kaum Nuh, mereka adalah orang-orang yang pertama kali menyembah berhala. Alloh pun mengutus Hud untuk menyeru mereka agar menyembah Alloh semata dan meninggalkan tuhan selain Alloh. Namun, pemuka kaum ‘Aad menolak seruan Hud. Mereka bahkan menuduh Hud kurang akal serta mengejek Hud bahwa salah satu sesembahan mereka menimpakan penyakit gila pada Hud. Kemudian Alloh mengirimkan musim kemarau selama tiga tahun, sehingga mereka benar-benar mengalami kepayahan. Akhirnya diutuslah sekelompok orang ke tanah suci untuk memohon air hujan. Seorang yang bernama Qail bin Inaz berdoa hingga Alloh menampakkan padanya tiga awan dan ia pun memilih awan yang berwarna hitam. Orang-orang mengira awan inilah yang akan menurunkan hujan sehingga mereka bersuka ria. Ternyata, Alloh menyimpan azab di dalam awan ini (lihat al-Ahqaf: 21-25). Dalam al Qur’an surat al-Haaqaah ayat 6-8, Alloh juga menyebutkan bahwa kaum ‘Aad dibinasakan dengan angin yang dingin lagi kencang selama 8 hari berturut-turut hingga mereka mati bergelimpangan seperti pokok pohon kurma. Beberapa ulama berpendapat bahwa kaum ‘Aad yang diceritakan Alloh pada surat al-Ahqaf adalah kaum ‘Aad yang kedua, sedangkan yang diazab dengan angin kencang adalah kaum ‘Aad yang pertama. Ada juga yang berpendapat bahwa boleh jadi angin yang dingin dan kencang itu juga membawa awan yang mengandung azab tersebut. Allohu a’lam. Kaum Tsamud Penduduk yang tinggal di bebatuan antara Hijaz dan Tabuk adalah kaum Tsamud. Mereka ada setelah kaum ‘Aad. Sebagaimana kaum ‘Aad, kaum Tsamud juga menyembah berhala. Alloh mengutus Nabi Shalih untuk mengajak mereka agar menyembah Alloh semata dan meninggalkan tuhan selain Alloh. Kaum Tsamud menolak dakwah Shalih dan menuduh beliau terkena sihir. Mereka kemudian meminta Shalih mendatangkan sesuatu yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Mereka meminta Shalih untuk mengeluarkan unta betina dari sebuah batu besar. Lalu, Shalih pun shalat dan berdoa, sehingga Alloh mengeluarkan seekor unta betina dari batu besar tersebut. Menyaksikan mukjizat ini sebagian mereka beriman, tapi kebanyakan mereka tetap kafir. Lalu, kaum Tsamud sepakat agar unta tersebut hidup di tengah mereka. Unta tersebut mempunyai satu hari untuk minum dari suatu sumber air, sedangkan hari-hari sisanya merupakan hari bagi penduduk Tsamud untuk mengambil air tersebut. Hal ini berlangsung lama, hingga pembesar Tsamud sepakat menyembelih unta itu agar mereka tak disibukkan oleh unta tersebut dan dapat menguasai sumber air tersebut. Tersebutlah dua orang wanita, Unaizah binti Ghanam dan Shadaqah binti Mihya Zuhair. Unaizah menyuruh Qidar dan Shadaqah menyuruh Masda’ untuk membunuh unta itu. Mereka berdua kemudian mengajak 7 orang lagi untuk melaksanakan misi ini. Ketika unta betina tersebut disembelih, anak unta tersebut lari menjauhi mereka ke atas gunung dan melenguh tiga kali. Setelah itu, Alloh menimpakan azab kepada kaum Tsamud. Hari pertama, wajah mereka menguning. Hari kedua, wajah mereka menjadi merah. Hari ketiga, wajah mereka menjadi hitam. Ketika terbit matahari pada hari keempat, muncullah suara keras dari langit dan gempa dahsyat dari bawah mereka. Nyawa mereka melayang dalam sekejap hingga mayat-mayat mereka bergelimpangan. Penduduk Sadum dan sekitarnya Nabi Luth diutus oleh Alloh di sebuah negeri bernama Gharzaghar. Ibukotanya yaitu kota Sadum. Penduduknya melakukan kemungkaran yang belum pernah dilakukan orang sebelum mereka, yakni homoseksual. Luth menyeru mereka agar menyembah Alloh dan meninggalkan perbuatan keji yang mereka lakukan, tapi mereka menolak seruan Luth tersebut. Alloh pun mengutus tiga malaikat untuk memberi kabar kepada Luth bahwa negeri itu akan dibinasakan. Tiga malaikat tersebut berwujud pemuda-pemuda yang sangat tampan. Luth tidak mengetahui bahwa mereka adalah malaikat. Mereka meminta untuk bertamu ke rumah Luth. Selama perjalanan ke rumah, Luth berusaha menawarkan agar mereka tidak jadi bertamu dengan memberitahukan bahwa kaumnya adalah kaum yang paling buruk kelakuannya. Namun mereka tetap bertamu ke rumah Luth. Tidak ada seorang pun di antara kaumnya yang mengetahui keberadaan tamu-tamu yang tampan ini kecuali istri Luth. Lalu istrinya pun memberitahu kaumnya tentang hal ini. Kaumnya merasa senang mendengar hal itu dan segera datang ke rumah Luth. Lalu mereka meminta tamu-tamu tersebut. Luth menolak dan menawarkan para wanita untuk dinikahi dengan halal. Kaumnya menjawab bahwa mereka tidak berselera terhadap wanita. Saat itulah, para malaikat tersebut memberitahu Luth siapakah mereka sebenarnya. Para utusan tersebut menyuruh Luth membawa keluarganya kecuali istrinya pada akhir malam serta melarang mereka berpaling ke belakang. Akhirnya, pada akhir malam, Luth bersama keluarganya kecuali istrinya keluar dari kota tersebut. Pada waktu subuh, negeri itu dibalik hingga bagian atasnya menjadi bawahnya. Kemudian diturunkanlah hujan batu kepada mereka. Pada setiap batu tertulis nama orang yang akan ditimpanya. Batu itu terus menghujani hingga tak ada kaum Luth yang tersisa. Penduduk Madyan Penduduk Madyan adalah kaum yang tinggal di kota Madyan, terletak di daerah Mi’an di perbatasan Syam yang dekat dengan Hijaz. Kaum ini ada tidak lama setelah kaum Luth binasa. Mereka adalah orang-orang kafir yang mempunyai kebiasaan merampok, memalak, dan mengancam orang yang sedang dalam perjalanan. Mereka menyembah pohon yang dinamai Aikah. Kepada merekalah Alloh mengutus Nabi Syu’aib. Beliau mengajak mereka untuk menyembah Alloh semata, meninggalkan tuhan selain Alloh, dan meninggalkan perbuatan mungkar mereka. Namun mereka menolak seruan Syu’aib, menganggap beliau lemah, bahkan hendak mengusir beliau jika beliau dan pengikutnya tidak kembali kepada agama mereka.Kemudian Syu’aib memohon kepada Alloh agar diberi keputusan antara dirinya dengan kaumnya sekaligus memohon bantuan agar Alloh menyegerakan apa yang selayaknya mereka dapatkan. Lalu Alloh mengumpulkan berbagai azab untuk mereka. Mereka ditimpa gempa hingga mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka. Mereka juga ditimpa suara keras yang mengguntur. Selain mereka yang disebut di atas, terdapat pula kisah kaum yang diceritakan di surat Yaasin, dan penduduk Rass yang identitasnya diperdebatkan ulama. Hanya Alloh yang tahu pasti berapa kaum yang telah dibinasakan. Pembinasaan kaum telah berhenti sejak Nabi Musa diutus. Setelah itu, sebuah bencana bukanlah suatu pembinasaan. Namun tetap ada yang bisa kita pelajari, bahwa kedurhakaan pasti membawa akibat yang tidak mengenakkan. [Sumber: Elfata vol.05 no.3/2005]
Komentar yang masuk:
terdapat 1 komentar yang diajukan untuk artikel: "Menengok Sejarah Bangsa Yang Musnah"
oleh: faris tanggal: September 22nd, 2007 pukul: 2:20 pm #
assalamu’alaikum wr.wb. Ajukan komentar baru
|
![]() |
||||
| menegakkan tauhid mengikuti sunnah | ||||
Kategori artikel
- Adab (9)
- Akhlak (5)
- Aqidah (12)
- Bedah Buku (1)
- Buletin (6)
- Dauroh (6)
- DOWNLOAD: Ceramah (1)
- DOWNLOAD: Mading (5)
- DOWNLOAD: Program (2)
- DOWNLOAD: Wallpaper (3)
- Fatwa (6)
- Fiqh (10)
- Hadits (2)
- Ibadah (4)
- Info (11)
- Kajian Rutin (3)
- Kegiatan Sosial (1)
- Keluarga (10)
- Kesehatan (5)
- Kisah Kamu (3)
- Koreksi (7)
- Manhaj (18)
- Muamalah (12)
- Nasehat (23)
- Remaja (7)
- Siroh (5)
- Soal-Jawab (34)
- Tabligh Akbar (6)



