Ditanya oleh Umar. Pertanyaan: Assalaamu a’laykum Ustadz ane ikhwan pelajar dan saat ini belajar agama secara Istimaiyat (berkelompok), ane ingin menanyakan bagaimana cara untuk menghadapi teman yang cenderung berorientasi kepada Liwath (homoseks) dan siapa saja ciri orang yang bisa dijadikan sahabat karena Allah, bagaimana hukum mencukur jenggot dan isbal dengan acuan untuk bekerja di tempat tertentu dan belajar di kampus, Jazaakallohu khairan. Wassalaamu’alaykum Jawaban: Sistem belajar liqa seperti ini harus dihilangkan karena itu merupakan cara-cara harokah. Adapun mencukur jenggot hukumnya haram karena Rasululloh mengatakan, ”Biarkan jenggot tumbuh dan cukurlah kumis”, itu merupakan sebuah perintah. Dan perintah itu untuk menyelisihi orang-orang musyrikun. Kalau begitu, siapa yang mencukur jenggot maka dia telah berbuat tasyabbuh/menyerupai dengan orang kafir. Sdangkan Rasululloh bersabda,“Barang siapa yang menyerupai menyerupai suatu kaum, maka dia tergolong golongannya.” Adapun Isbal juga haram, baik itu karena sombong atau tidak. Namun kalau sombong lebih berat dosanya. Seperti yang dikatakan Rasululloh, “Dan apa-apa yang ada di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.”. Juga di dalam hadist, “Barang siapa yang menjulurkan kainnya di bawah mata kaki dengan sombong, maka Alloh tidak melihatnya nanti di hari kiamat”.
Komentar yang masuk:
terdapat 5 komentar yang diajukan untuk artikel: "Soal-Jawab: Sistem Liqa, Hukum Liwath, Mencukur Jenggot, dan Isbal"
oleh: Sri yanta tanggal: September 2nd, 2007 pukul: 10:20 pm #
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.. Sehubugan dengan tidak bolehnya mencukur jenggot , di tempat kerja ana jenggot tidak boleh di panjangkan , artinya harus selalu di cukur .Meskipun ana sudah sering berikan penjelasan dan alasan , akan tetapi senantiasa Direktur saya tsb selalu terus minta .permintaan beliau selalu saya tolak dengan halus . Bagaimana saran ustad untuk kondisi ana tersebut , karena ana kadang mencukur jenggot meskipun hanya sedikit ( kurang lebih 10 - 15 mm ) Jazzakumullohu Khoiron . Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
oleh: gholick tanggal: Februari 25th, 2008 pukul: 2:55 pm #
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh………
oleh: dwika tanggal: Maret 12th, 2008 pukul: 11:28 am #
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.. Ust, ana mau tanya,
oleh: Ibnu Hasan tanggal: Maret 15th, 2008 pukul: 10:08 pm #
Seharusnya pengasuh konsultasi ini jujur mengatakan bahwa khilafiyah is khilafiyah, ittifaq is ittifaq … saya melihat beberapa jawaban pengasuh -maaf- hanya melihat di satu sudut pandang, yakni pandangan dirinya sendiri, yang diyakininya benar, walau bersandar pada ulama mu’tabar. Contoh masalah Isbal, yang Anda haramkan. ternyata Imam Asy Syafi’i menilai hanya makruh, begitu pula Imam yang lain. Persoalan isbal ini sebenarnya bisa Anda lihat dalam sejumlah kitab hadis karya sejumlah ulama masyhur yang tak diragukan lagi kapasitas dan kredibilitas keilmuannya. Misalnya, Imam Nawawi dalam kitab Riyadus-Salihin memberikan satu bab judul tentang isbal dengan berkata, Larangan Isbal yang disertai sikap sombong dan kemakruhannya jika tidak disertai sikap sombong. Artinya, Imam an Nawawi tidak mengatakan terlarang secara mutlak. Demikian pula dengan ucapan Imam Ibnul Arabi ketika mengomentari sabda Nabi saw. yang menyatakan bahwa Allah pada hari kiamat tidak akan melihat kepada tiga orang. Di antaranya orang yang melakukan isbal (menurunkan kainnya hingga melewati mata kaki). Imam Ibnul Arabi berkata bahwa maksudnya jika hal itu dilakukan secara sombong dan angkuh. (lihat l-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaytiyyah jilid 1, hal. 4183.)
oleh: Andi tanggal: April 5th, 2008 pukul: 5:03 pm #
saya sih gampang aja ust… Ajukan komentar baru
|
![]() |
||||
| menegakkan tauhid mengikuti sunnah | ||||
Kategori artikel
- Adab (9)
- Akhlak (5)
- Aqidah (12)
- Bedah Buku (1)
- Buletin (6)
- Dauroh (6)
- DOWNLOAD: Ceramah (1)
- DOWNLOAD: Mading (5)
- DOWNLOAD: Program (2)
- DOWNLOAD: Wallpaper (3)
- Fatwa (6)
- Fiqh (10)
- Hadits (2)
- Ibadah (4)
- Info (11)
- Kajian Rutin (3)
- Kegiatan Sosial (1)
- Keluarga (10)
- Kesehatan (4)
- Kisah Kamu (3)
- Koreksi (7)
- Manhaj (18)
- Muamalah (12)
- Nasehat (23)
- Remaja (7)
- Siroh (4)
- Soal-Jawab (34)
- Tabligh Akbar (7)



