• Kategori artikel

  • Jun
    28
    Terdaftar ke dalam kategori: (Keluarga, Nasehat) pada 28-06-2007

    Sabar dalam penantian

    Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?

    a. Memperbanyak amal ibadah

    Seorang muslimah dalam masa penantian hendaknya semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Pendekatan diri kepada Alloh dengan memperbanyak amal ibadah, khususnya ibadah sunnah. Karena ia bisa menjadi perisai diri dari berbagai godaan.

    b. Do’a dan tawakal

    Rezeki, maut, termasuk jodoh manusia sudah diatur oleh Alloh, dan Dia maha mengetahui yang terbaik bagi hambaNya, yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berdoa, kemudian bertawakal kepadaNya. Hanya kepada Alloh kita berserah diri dan mohon pertolongan. Berdoalah agar segera dikaruniai jodoh yang shalih, yang baik agamanya, dan bisa membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan akhirat. Yakinlah Alloh akan memberikan yang terbaik. Bukankah Dia akan mengikuti persangkaan hambaNya? Karena itu jangan pernah berburuk sangka terhadap Alloh.

    c. Mempersiapkan diri, membekali diri dengan ilmu

    Bekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan kerumah tanggaan. Lalu, bekali diri dengan keterampilan berumah tangga. Seorang suami tentu saja akan senang bila istrinya terampil dan cekatan. Terakhir, persiapkan diri menjadi istri shalihah dan sebaik–baik perhiasan bagi suami. Jangan lupa untuk merawat diri agar selalu tampil cantik dan segar. Tapi ingat, kecantikan itu tidak untuk diumbar sembarangan, persembahkan hanya untuk suami tercinta kelak.

    Kepada para ikhwan

    Bagi para ikhwan, ketahuilah sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan seorang istri? Ayolah, jangan ikhlaskan wanita–wanita shalihah itu dinikahkan dengan laki – laki yang tak baik agamanya. Ingat bahwa Alloh akan menolong seorang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertaqwa kepada Alloh.

    Sumber: Majalah nikah Vol.4, no.11 Februari 2006 Muharam 1427



    Komentar yang masuk:
    terdapat 23 komentar yang diajukan untuk artikel: "Kutunggu Pinanganmu"
    oleh: anang dwicahyo tanggal: Juni 30th, 2007 pukul: 9:45 am #

    Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
    Alhamdulillah semakin banyak yang mau dan peduli akan pentingnya menghidupkan sunnah , semoga semakin banyak yang dapat mengambil manfaatnya.
    Jazakumullah khairan

    oleh: Yuliandri Heru Kussumaputra tanggal: Juli 1st, 2007 pukul: 11:22 pm #

    Assalamu’alaikum warhamtullahi wabarakatuh.. Ada satu pertanyaan yang sangat mendasar bagi para ikhwan sehubungan dengan artikel ini, yaitu ikhwan yang mau mencari calon istri, yaitu bagaimana cari dia menemukan calon istri tersebut.sebagai contoh, dalam suatu kajian, ada seorang ikhwan berniat mencari calon istri untuk menikah.lalu bagaimanakah dia dapat mengetahui bahwa di majelis tersebut ada akhwat juga yang sedang mencari calon suami?apakah dibolehkan secara syar’i bertanya langsung kepada akhwat atau ada cara lain yang syar’i??

    oleh: admin tanggal: Juli 3rd, 2007 pukul: 9:24 am #

    ‘Alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

    Akhi Yuliandri, ana hanya ingin memberi sedikit masukan. Biasanya, apabila seorang ikhwan ingin menikah, dia meminta tolong temannya yang bisa dipercaya dan sudah berkeluarga untuk mencarikan seorang akhwat yang siap nikah. Kemudian temannya tersebut melanjutkan permintaan tolongnya kepada isterinya, maka istreinya pun dengan segera mencari akhwat dari teman-temanya untuk dijodohkan kapada ikhwan tersebut. Dengan kata lain, meminta bantuan kepada teman yang sudah berkeluarga untuk menjadi comblang.

    Sepanjang sepengetahuan ana, cara seperti ini lah yang sering digunakan ikhwan untuk mencari pasangan hidupnya, dan ana rasa cara ini lebih efektif dan lebih aman dari fitnah. Mungkin itu yang bisa ana bantu, semoga bermanfaat.

    Syukron

    oleh: reska tanggal: Juli 19th, 2007 pukul: 12:19 pm #

    assalaamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
    tidak main-main adalah jawaban Islam untuk persoalan yang satu ini. Rasulullah memberikan contoh yang baik bagaimana seharusnya membangun dan membina rumah tangga. banyak di antara kita yang menggantungkan harapan yang tinggi bagi pasangan hidup yang kelak akan mendampingi, nah sudah semestinya kita tidak lagi hanya berharap akan datangnya pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria, tapi akan lebih bijak jikalau kita juga melakukan upaya perbaikan. misalnya bagaimana kita harus memahami tata cara meminang, begaimana adab malam pertama dan yang tidak kalah penting pendidikan anak-anak nantinya.mau dibawa kemana keluarga, mau jadi apa nanti anak-anak kita. yang pasti Islam telah memberikan jawabannya..

    oleh: teguh tanggal: Juli 23rd, 2007 pukul: 11:11 pm #

    ass. Wr.wb admin ana mo nanya nich, bagi ikhwan yang belum mampu tuk nikah kok saya baca opini Imam Ahmad bin Hambal kok memperbolehkan onani,apa ini gak nyimpang ama aturan Qur”an?.Padahal ini kan mampu mbuat muslim jadi pecundang.tolong commen ya!
    Wass.wr .wb

    oleh: 1000muharam tanggal: Agustus 14th, 2007 pukul: 3:45 pm #

    Assalamualaikum wr.wb.
    insya Allah beberapa bulan lagi ana sudah siap untuk nikah,
    yang mo ana tanya, apakah boleh dalam sekali waktu kita ta’arufan dengan 2 ato 3 orang akhwat sekaligus, maksudnya untuk membandingkan mana calon yang lebih baik..?
    syukron
    wassalamualaikum..

    oleh: ikwan tanggal: Oktober 22nd, 2007 pukul: 5:42 pm #

    ikhwansleman999@yahoo.com
    bismillah
    Assalamu’alaikum wr.wb.
    ikhwan 30th,pns,siap nikah mencari :akhwat, umur 24-27 , s1,asli jogja,memakai hijab sesuai syariat,berpemahaman salafusholeh
    dilarang keras bermain2.
    saya serahkan sepenuhnya pada Alloh Azza Wa Jalla.
    Jazzakumulloh khoiron
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    oleh: hamba Alloh tanggal: Oktober 23rd, 2007 pukul: 1:33 pm #

    Assalamualaikum wr.wb.
    mau naya, ana siap nikah dan bingung kemana harus ikhtiar…
    syukron

    oleh: admin tanggal: Oktober 23rd, 2007 pukul: 4:06 pm #

    Untuk akhi Ikhwan dan Hamba Alloh,

    untuk saat ini kami belum bisa membantu banyak dalam masalah perjodohan. Mungkin antum bisa minta tolong ke teman2 antum yang sudah berkeluarga untuk dikenalkan ke teman istrinya.

    Mungkin untuk kedepannya akan kami pertimbangkan masalah perjodohan ini. Apakah kami siap membantu atau tidak. Semua ini tidak lepas dari masalah kurangnya sumber daya manusia yang kami miliki.

    Syukron

    oleh: umairoh tanggal: Nopember 7th, 2007 pukul: 5:54 pm #

    ..masalah jodoh memang hanya ada di tangan Allah..tidak ada yang bs mendekatkan yg Allah jauhkan dan tdak ada yang bs menjauhkan yang Allah dekatkan..itu mjd alasan sgt tidak perlunya berpacaran. Berapa banyak kita lihat pasangan yg bertahun–tahun berpacaran tp akhirnya menikah dengan seseorang yg justru baru ditemuinya…
    untuk yang belum bertemu jodohnya..mdh2an kita diberikan kesabaran oleh Allah Ta’ala. Menunggu akan terasa lama jika tidak diisi oleh hal yang bermanfaat..selain itu qt jangan lelah berusaha dengan memperbaiki diri dan mencari lewat ta’aruf misalnya..Laa Tahzan. Innallaha Ma’ana..stlh itu qt twkl..”Cukuplah Allah bagiku,Tak ada Illah yg berhak disembah selainNya”.. ingat saja janji Allah : brg siapa bertawakal pd Ku maka Aku akan mencukupknnya..” wallahualam bishowab

    oleh: abu muhammad tanggal: Nopember 8th, 2007 pukul: 1:37 pm #

    assalamu’alaikum
    baarokallahu fiik

    oleh: solehun kurniawan tanggal: Nopember 8th, 2007 pukul: 1:38 pm #

    assalamu’alaikum.

    oleh: heri susanto tanggal: Nopember 16th, 2007 pukul: 10:35 am #

    saya sebenarnya sudah ingin menikah, tp kendalanya sampai sekarang saya belum mendapatkan pekerjaan. apakah saya harus bekerja dulu baru menikah? atau sebaliknya? bgmana saya menghidupi keluarga sementara pekerjaan belum past? ada yang dapat memberikan komentar/motivasi?

    oleh: ninis dkya tanggal: Nopember 22nd, 2007 pukul: 5:46 pm #

    Assalamu’alaikum….
    untuk akhi heri susanto nih,ada masukan sedikit gpp kan,akhi pingin segera menikah tapi belum bekerja ya,memang sih sekarang ini lapangan pekerjaan semakin susah aja,sedangkang tenaga kerja yg tersedia semakin melimpah,trs akhi sebetulnya sudah siap untuk menikah,tapi blm gawe,ehmm….saran ana sih lebih baik akhi cari kerja dulu saja,biar nanti kalo pas menikah ga cuma batin-nya ada yg siap tapi juga lahirnya,karena tugas akhi sebagai seorang pria kan menafkahi keluarga,nah kalo menikah juga harus siap materi juga,trs selama proses itu berlangsung banyak2 ikhtiar kepada Allah,siapa tahu tiba2 aja eh..pas dapet kerja pas dapet jodohnya…..Alhamdulillah kan….
    gitu aja saran saya yg sederhana ini..moga bermanfaat,
    wassalamu’alaikum

    oleh: ivan tanggal: Desember 26th, 2007 pukul: 2:02 am #

    saya ingin menajukan pertanyaan kepada seluruh anggota.
    1. Kenapa kita menggunakan kata “akhi” atau “antum” sementara kita tinggal di indonesia bukan di arab
    2. “akhwat” dan “Ikhwan” adalah panggilan tuk siapa?

    pesan admin: untuk berikutnya, silahkan posting pertanyaan semacam ini di Forum “Kasih Tau Donk..”

    oleh: admin tanggal: Januari 16th, 2008 pukul: 6:23 pm #

    Akhi Ivan, saya akan coba beri sedikit tanggapan..

    1. Tidak ada yg mewajibkan kita menggunakan kata “akhi”, “antum”, atau yg semisalnya. Memang, di lingkungan pengajian teman2 kita banyak menggunakan kata2 tsb. Dan menurut saya itu lebih baik, karena:

    a) Dari segi makna
    Akhi=Saudaraku, shg panggilan ini diharapkan dapat mempererat Ukhuwah Islamiyyah kita.
    Antum=Kalian/Anda. Dalam kaidah bhs Arab, kata ini menunjukkan penghormatan kita thd org yg kita ajak bicara, shg diharapkan dapat memperkuat rasa saling menghormati kita sesama Muslim.

    b) Dari segi identitas
    Dengan menggunakan kata2 tsb, seorang muslim akan memiliki ciri khas yg berbeda dr kaum kuffar. Sbgmn yg diperintahkan oleh Nabi yg mulia ‘alaihis sholaatu was salaam, bahwa kita tidak boleh menyerupai ciri2 khas kaum kuffar, apalagi yg bersifat syi’ar agama.

    2. Ikhwan=Saudara laki2 (panggilan utk laki2 muslim), Akhwat=Saudara perempuan (panggilan utk perempuan muslimah)

    Syukron

    oleh: Ana tanggal: Januari 24th, 2008 pukul: 10:36 pm #

    Waalaykumussalaam warohmatullohi wabarokaatuh,

    Anang dwicahyo yang anak UNJ bukan?

    oleh: Hamba Alloh tanggal: Januari 25th, 2008 pukul: 9:07 am #

    Assalamualaikum warrohmatullohi wabaraokaatuh..
    Alhamdulillah wa syukurillah…
    1.ana minta pendapat dari antum,apakah boleh ana menjanjikan kepada seoramg akhwat untuk menikahinya thn 2008,tapi bulan&tanggalnya tidak ana tentukan.
    2.Hubungan ana sudah satu tahun dengan akhwatnya tetapi banyak hal yang belum bisa ana cukupi..sekarang ana selalu sedih kalau menemuinya..betapa besar dosa ana,karena anjuran segera menikah ana belum bisa memenuhinya..
    3.usia ana 26 tahun,ana harap do’a dari antum sekalian untuk dapat memudahkan segala kewajiban umatnya..
    4.apakah boleh ana punya itikad untuk meminjam uang ke Bank atau lainnya untuk mempercepat pernikahan ana??
    5.semoga ana tidak termasuk orang yang mensegerakan yang Alloh tunda, dan tidak mau menunda yang Alloh mesti di segerakan. ..
    Alhamdullilah
    Jazakallohu khoiron khatsiron
    Wassalamualaikum warrohmatullohi wabarokaatuh..

    oleh: esa tanggal: Februari 12th, 2008 pukul: 4:54 pm #

    assalamu’alaykum wr wb
    Klo ikhwan nya sudah menikah, gmn? Heheh.
    utk Hamba Alloh
    menjanjikan akhwat menikah boleh..cuma *sy sbg akhwat* klo ga jelas gituh, itu kan janji yang bikin bimbang, mo nerima pinangan dr ihkwan lain, antm dah janji mo nikahin, klo nunggu, belom jelas juga. Nah yang bikin antum menunda pernikahan apa? Trus bagaimana dg pihak antm sendiri ataupun dr pihak akhwat? Jika kendalanya adalah pihak antum..itu harus segera dicari solusinya. Begitupun ketika hambatan ternyata dr akhwat *biasanya krn biaya* coba pendekatannya diperbaiki. Kadang pihak akhwat tuh suka “mendesak” ikhwan cepat melamar krn ada kekhawatiran.
    Selamat berjuang, akhi..
    Semoga dimudahkan segalanya. Luruskan niat, insya ALLAH klo ikhtiyar kita maksimal, rezeki mah bakal dateng.

    oleh: Atho' tanggal: Februari 15th, 2008 pukul: 5:59 pm #

    mmm…klo baca komentar antum semua ana cuma bisa garuk-garuk kepala doang neh…ya GAK ADMIN..!!!
    Buat ikhwan yg dlm masa bimbang (spt ana) tetap semangat yah… !!!Tegakkan apa yg seharusnya tegak

    oleh: Ibnu Bakr tanggal: Maret 13th, 2008 pukul: 2:22 pm #

    Assalamu’alaikum.
    Ana sedikit mau berbagi, sebelum ana tau ilmu syari yang hak ini, ana telah mengenal akhwad 3 tahun yang lalu dan telah meminang nya..

    ana ingin sekali mengajak bersama-sama ta’lim dan belajar syar’i, tetapi dari pihak orang tua nya tidak boleh kalau ikut ana ta’lim sebelem nya pernah 2 kali mau ke ta’lim selanjutnya tidak mau lagi.
    karena orang tua akhwad tersebut orang tasawuf yang taqlig dengan imam mereka, dan tidak mau belajar selain dengan imam mereka.
    ana sudah sarankan untuk pakai pakai jilbab, dia bilang belum siap.
    malah ana diajak ikut kepengajian nya beberapa kali tapi ana tolak.
    minta masukannya..
    Syukron
    Jazakallohu khairan khatsiran

    oleh: Abu zhilal tanggal: Maret 16th, 2008 pukul: 1:47 pm #

    Ya yg namany jodoh itu kan dah dtntkn ana aja dah krg lbh 10x ta’aruf klw g ana ny yg mndr akhwtny yg mndr y klw Alloh blm brkhndk yg blm jd jg tp ana ttp optms ko Alloh jg g bkln slh dlm mnntkn jdh buat hmbNy, skr ana lg prss ma yg k11 ana mnt doany aj spy brhsl.. Buat sodra2ku ttp istqmh dlm ms pnntian ini wallohul musta’an..

    Buat al akh ibn bakr antm dah nkhn pa blm? Klo blm cr aj lg akhwt yg laen msh ad kan, klw antm dah nkhn baikny y antm cb aj hdp mndr ber2 nah dstu antm bn rmh tgg yg syar’i antm br nsht istri antm dgn slmbut2ny klw dia tulus cntany ma antm pst dia akan mnruti plg mnygkt mslh yg wjb tp jgn lp yg trpntg do’a.. Afwn y akhi ana g brmksd ngjrn antm y cm sdkt brbgi jg.. Ana jg cm ngtp dr bk ma crmhny pr asatidz.. Buat adminny afwn klw ini bkn pd tmptny..

    oleh: Yang Menanti tanggal: Maret 18th, 2008 pukul: 3:36 pm #

    Assalamualaikum……

    Buat para Akhwat yang juga sama sedang menanti sekedar menguatkan saja tetap tawakal kepada Alloh S.W.T dan memohon agar ditetapkan hati diatas agama yang haq ini karena pemurtadan selalu mengintai kelemahan kita. Dalam penantian terkadang ada kerapuhan jiwa, bersabarlah sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar…..

    Ajukan komentar baru
    Nama: 
    Email: 
    URL: 
    Komentar: